Igor Tudor saat ini hanya menjabat sebagai pelatih sementara di Tottenham Hotspur. Namun, peluang untuk diangkat sebagai manajer tetap tetap terbuka, dengan catatan mampu memenuhi target yang ditetapkan klub.
Tudor dikontrak hingga akhir musim guna menggantikan Thomas Frank. Tantangan yang dihadapi tidak ringan, mengingat Tottenham terpuruk di peringkat ke-16 Premier League dengan 29 poin saat pergantian terjadi.
Selisih empat angka saja dari zona degradasi membuat manajemen mengambil keputusan tegas. Apalagi, sejak awal November, Frank hanya mampu mempersembahkan dua kemenangan liga.
Penunjukan Tudor juga menuai tanda tanya. Pelatih asal Kroasia itu belum lama ini diberhentikan oleh Juventus akibat hasil kurang memuaskan. Selain itu, rekam jejaknya menunjukkan ia jarang bertahan lebih dari dua musim di satu klub.
Meski begitu, petinggi Spurs memilih memberi kesempatan penuh. Mereka akan mengevaluasi kinerjanya hingga musim berakhir. Jika hasilnya dinilai positif, bukan tidak mungkin Tudor akan dipermanenkan.
Direktur Olahraga Tottenham, Johan Lange, menyebut Tudor paling meyakinkan saat proses wawancara untuk posisi interim.
“Kami berbicara dengan beberapa kandidat. Igor memberikan kesan terbaik. Ketika Anda datang di awal pekan dan langsung menghadapi pertandingan di akhir pekan, Anda harus cepat membangun koneksi dengan pemain,” ujarnya kepada PA.
Lange menambahkan bahwa Tudor punya pengalaman beradaptasi dengan cepat dan memahami identitas klub. Reputasi serta rekam jejaknya menjadi pertimbangan utama.
Ia pun menegaskan, apabila performa tim membaik dan target tercapai, peluang Tudor untuk bertahan lebih lama di London Utara sangat terbuka lebar.