Pulisic Sedang Tak dalam Performa Terbaik

2026-02-23 22:06:57 By Ziga

Perjalanan AC Milan mulai tersendat dan jarak dengan Inter Milan kian melebar. Penurunan performa Christian Pulisic disebut-sebut menjadi salah satu faktor krusial di balik meredupnya daya gedor Rossoneri.

Milan gagal memangkas selisih poin usai tumbang 0-1 dari Parma Calcio 1913 di San Siro, Senin (23/2/2026) dini hari WIB. Pasukan racikan Massimiliano Allegri kini tertinggal 10 angka dari Inter di puncak klasemen.

Memang, kompetisi Serie A masih menyisakan 12 pertandingan dan peluang belum sepenuhnya tertutup. Inter pun pernah terpeleset musim lalu ketika sempat unggul delapan poin atas SSC Napoli pada April. Namun, dengan performa Milan yang belum stabil, mengejar sang rival sekota jelas bukan perkara sederhana.

Problem utama terlihat di lini depan. Milan baru mengoleksi 41 gol musim ini—selisih hampir 20 gol dibandingkan Inter. Lebih mencemaskan lagi, mereka belum pernah mencetak lebih dari tiga gol dalam satu pertandingan sepanjang musim berjalan.

Sejak memasuki tahun baru, Milan hanya dua kali mampu mencetak tiga gol: saat menang 3-1 di markas Como 1907 dan 3-0 di kandang Bologna F.C. 1909. Selebihnya, produktivitas mereka cenderung seret.

Total 14 gol dari 10 laga dalam periode tersebut jelas bukan catatan impresif bagi tim yang membidik gelar. Salah satu sorotan tertuju pada Pulisic yang performanya menurun drastis.

Sempat tampil eksplosif di awal musim dengan delapan gol dan dua assist dari 11 pertandingan pertama, winger asal Amerika Serikat itu kini sudah dua bulan puasa gol. Terakhir kali ia mencatatkan namanya di papan skor adalah pada 28 Desember saat Milan menang 3-0 atas Hellas Verona F.C..

Cedera hamstring membuat ritmenya terganggu dan memaksanya keluar-masuk ruang perawatan. Di sisi lain, Rafael Leao juga belum menunjukkan konsistensi maksimal dengan torehan delapan gol di Serie A.

Situasi tak jauh berbeda dialami penyerang lain seperti Santiago Gimenez, Christopher Nkunku, dan Niclas Fullkrug. Gimenez serta Fullkrug bahkan baru mencetak satu gol di semua kompetisi.

 

Jika tren negatif ini terus berlanjut, bukan tak mungkin Milan harus lebih cepat mengibarkan bendera putih dalam persaingan dan menyaksikan Inter kembali melenggang menuju tangga juara.

EMASPUTIHTOTO